Keindahan yang tertunda
“Stupid or confuse yang ingin kugambarkan saat ini, ketika kebahagiaan yang tidak diharapkan itu hadir seolah-olah mendeskriminasikan diri ku. Bimbang dibuat nya entah ini ulah teman ku atau berasal dari hati nuraninya sendiri? Secara tiba-tiba dan tak ku sadari ia memberikan untaian kata yang begitu indah, seolah curahan hatinya yang paling dalam
Pelangi ada karena adanya tetesan air mata sang awan yang menjadikannya indah…tanpa hiraukan panasnya mentari yang menjadikan sejuk hati ini…semoga hari ini dapt dilalui dengan senang hati…harapa untul orang yang kita sayangi…
Itulah pesan yang baru saja kuterima dari nokia ku, pesan dari seseorang yang ingin sekali aku lupakan terlalu banyak alsan yang tercurahkan jikalau menceritakannya
Masih di balut kebimbangan ku menyisiri lorong sempit menuju kelas
“ Kenapa tiba-tiba dia ngirim sms itu, apa seluruh isi otaknya kini sudah bercampur bumbu-bumbu teknologi”akh..fikiran yang dangkal yang sempat terbesit hanya karena ia berasal dari makhluk jurusan teknologi sosok yang sampai saat ini masih sering membayangi disetiap langkah dan hembusan nafas ku, tak pernah kuhiraukan setiap perkataan temanku meski hanya untuk menanyakan kabarku mungkin pada saat itu seluruh teman ku berfikir kalau aku ada gangguan jiwa ,aku sudah memperkirakan hal itu akan terjadi ,namun hari ini aku benar-benar ingin focus mencari tau alasan apa yang membuatnya mengirim pesan seperti itu,yang mungkin bagi sebagian orang itu hanya hal yang sepele namun bagiku aitu adalah hal yang terindah yang pernah terjadi dihidupku.
Sore menjelang jam ke 5 waktu kuliah kujambani teras samping gedung kampusku dengan menghadap kearah pintu gerbang tempat yang sangat strategis untuk mencari seseorang ditengah lalulalang setiap langkah seseorang hingga jam terakhir kuliah tepat pukul 19.00 dan sudah tertutup pula setengah dari pintu gerbang kampus hingga seorang satpam pun menghampiriku
“mba udah mau ditutup gerbangnya,lagi nunggu orang yah?” ucap satpam itu seraya memberikan secarik kertas laminating yang sudah hampir terkelupas disetiap tepinya yang bertuliskan Tata tertib kampus
to be continue


