Lewati navigasi

Arsip Bulanan: Februari 2009

baru saja ku lihat kenyataan kalau masyarakat indonesia saat ini masih haus akan kekuasaan dan nafsu..

Baru saja ku menyelesaikan tugas sebagai  guru privat salah seorang anak pemilik penerbitan ternama di indonesia,sebelum pergi menuju kampus kawasan depok. suami dari salah satu pembantunya mengatakan padaku selagi kita masih diperlukan orang maka penuhilah kemaunya namun tak luput dari keuntungan yng harus kita ambil pula.

mungkin itu salah satu pemikiran yang banyak dipikirkan oleh rakyat biasa,berbeda pandangan dengan apa yang baru saja kuucapka pada orang tua dari murid yang kuajar.Ibuku bilang kalau segala sesuatu jangan pernah diukur oleh materi karena munculnya segala kekeliruan,perpecahan bahkan kehancuran skalipun berpangkal pada materi.

haus akan kekuasan hanya untuk memenuhi nafsu dan keinginan mengeruk materi ,itulah krisis yang tengah melanda masyarakat saat ini,tak memandang siapa yang seadang dilanda. fakta yang terlihat jelas sekali ketika para driver angkutan umum yang seenaknya tidak mematuhi tarif yang telah ditetapkan oleh pemerintah,hingga membuat kesal para penumpanganya. dan lebih tragis lagi baru saja hal ini terjadi padaku dimana aku diberi masukan oleh pembantu dari anak yang kuprivati,dia menyatakan kalau seharusnya aku manarifkan haraga yang tinggi saja hanya karena oarng tua tersebut baik ,dan kaya pula,hal tsb sangat bertentangan pada prinsipku.aku yang tersenyum miris melihat kenyataan itu,ternyata haus akan kekuasaan ,nafsu, akan materi tiadak hanya ditimpa oleh pemimpin kita pada saat ini namun pula tengah terjadi pada rakyat biasa.lnikah maksud dari bagaimana sifat yang diturunkan oleh pemimpinya terhadap rakyatnya?

Tulisan ini mungkin tidak penting untuk dibaca tapi penting untuk dipahami , mengisi liburan yang Cuma 2 minggu ini aku mencoba untuk menjadi life observer’ tau kan ?? yah.. jika anda tidak tau bisa menggambarkannya sendiri …

Mengamati setiap detik dari kehidupan ,mencari mana yang terkandung dari setiap waktu yang bergulir

Memang gak mudah untuk mencari setiap makna yang diinginkan bahkan tidak sedikit orang menyepelekanya , mungkin buat kalian cara mengisi liburan ku ini memang aneh tapi itu semua terinspirasi dari pengalaman yang belum lama ini menimpa diriku bisa dibilang saat itu aku mengalami parallel sakit hati hal yang sangat tidak penting untuk kalian ketahuai ^^

Life observer pertama ini mengenai mimpi dan makna hidup,berat memang untuk mengetahuinya, hampir semua orang ingin mengetahuinya bahkan aku sendiri hampir gila memikirkanya, karena tiap-tiap orang mempunyai mimpi dan makna hidupnya masing –masing ,termasuk aku yang memiliki mimpi agar bisa melihat mimpi-mimpi orang yang kusayangi itu dapat terwujud

Sekelumit mimpi-mimpi generasi penerus saat ini yang kuat tinggi ,namun sedikit mnggelitik untuk dibacanya.

Mahasiswi F.E IPB

“Mimpinya pertama ku ialah bekerja di Bank negri, bahkan kalau bisa menjelajah menjadi akuntan internasional ,agar dapat melihat secara langsung bagaimana proses kotor para deputi-deputi bank negara tersebut memanipulasi uang rakyat ,inilah kenyataan zaman sekarang terlihat jelas bukan? Para pengeruk receh-receh rakyat itu ternyata masih dilanda krisis, bahkan lebih miskin daripada komunitas bantar gebang.

,yang kedua ialah memiliki suami orang JAWA bukan orang kaya karena sejauh ia memandang keberhasilan individu di segala persaingan masih di dominasi oleh ras JAWA,sebagai realitanya ialah sepanjang Indonesia merdeka belum pernah kita dipimpin oleh orang yang bukan dari JAWA, dan semoga pemimpin su- yang akan datang adalah benar-benar suamiku…”

Benar-benar mimpi yang sangat rasional dan patut ditiru,tapi kalau semua wanita di indonesia ingin memilki suami orang jawa?,mau dikemanakan suku lain..

Pegawai BEJ( Bursa Efek Jakarta )

“ Bagiku mimpiku adalah merajut semua mimpi-mimpiku menjadi satu minimal

Orang lain dapat merasakan mimpiku,aneh memang karena aku yakin orang lain juga pasti belum pernah mengetahui mimpiku ….ehm.. mungkin ini sedikit dampak dari pekerjaanku dimana aku selalu menjadi pemimpi, setiap saat bermimpi melihat nominal-nominal itu bisa berubah menjadi uang nyata dan sampai saat ini aku masih bermimpi seberapa banyakah uang tersebut jika benar-benar bisa berubah menjadi uang nyata… aku rasa jika engkau menayakan mimpi kepada karyawan BEJ adalah suatu perbuatan konyol karena yang engkau Tanya ialah benar-benar seorang pemimpi yang hanya bisa bermimpi…. Semoga anda mengerti apa yang kumaksud karena saya sendiri juga tidak mengerti”

Saya sebagai penulispun sedikit dibuat pusing olehnya apalagi anda yang membacanya

Mahasiswi FMIPA UI

“ Mimpi yang saya inginkan hanya cepat lulus karena terlau banya rumus yang harus saya hapal,bahkan kalau saja saya bisa menciptakan ramuan yang bisa membawa selesai sampai semester akhir detik itu juga akan saya patenkan dan akan saya bagi-bagikan secara gratis kepada yang memerlukan sebagai ladang amal saya…”

Inikah korban Einstein berikutnya??

Mahasiswa PGSD UPI

Insyaallah mimpi ku ialah menjadi guru yang bertanggung jawab ,berpretasi,teladan bagi murid-muridnya dan menjadi aktivis dakwah hingga akhir hayat jika allah mengizinkan karena alngkah indahnya hidup ini jika memiliki panutan yang dapat ditiru murid-muridnya dengan akhlak yang yang terpuji dan pemberian ilmupun klak mendapat banyak keberkahan jika kita memberinya dengan keikhlasan dan insyallah hidupun akan lebih menjadi lebih bermakna karena setiap langkah kita untuk menuju mimpi itu selalu dibarengi oleh keridhoan allah swt.”

Amin insyaallah juga semuga mimpi yang pernah dirajut mendapat keberkahan dari allah swt. Dan kalau saja semua calon guru bisa mempunyai pola pikir yang sama seperti anda mungkin pasaran iwan fals akan sedikit berkurang karena emar bakri telah berubah menjadi ustad umar^^

Mahasiswi FE UI

Kalau aku diberi umur panjang dan kekuatan untuk melaluinya aku ingin memecahkan misteri Atlantis si benua yang hilang ,segitiga bermuda, dan kenyataan mengenai keberadaan nessi di danau Lochnesss Scotlandia? Tapi aku tidak bisa memiliki kewenangan itu karena para sejarawan pun sampai saat ini masih meragukanya jadi keberanian ku memilliki mimpi ini karena ingin meneruskan pencarian yang banyak didongengkan itu dan asal anda tau kalau aku sudah memimpikan hal itu sejak pertama kali mengenal huruf dan itulah buku bacaan pertama saya yang menjadi mimipi saya…

Khayalan masa kecil ternyata dasyat juga yah bisa membawa mimpi –mimpi menjadi lebih berseni,kuat,dan imajinatif hal-hal yang mungkin jauh untuk kita tangkap lewat logika tapi bisa membawa kita kedalam dunia yang berwarna

bersambung……

Seperti apa kehidupan para mujahid Palestina? Tiga orang mujahid Palestina diwawancarai oleh gulfnews.com menuturkan keseharian mereka.

“Kami hidup normal dan biasa saja, kecuali di saat perang. Ketika perang, kami tidak pernah lagi tinggal atau sempat pulang ke rumah, bahkan untuk sedetikpun. Untuk mengetahui kondisi keluarga, kami menelefon mereka, atau mengirim seseorang yang kami percaya. Dalam kondisi normal, kami berkumpul bersama keluarga, silaturahim dengan teman-teman. Perang membuat semuanya menjadi sulit.” ujar salah seorang dari mereka.

“Apakah kami memikirkan kematian? Tentu saja, kami sangat khawatir, tapi bukan terhadap diri kami sendiri, melainkan pada keluarga kami. Seperti siapapun di dunia ini, kita selalu kuatir terhadap keluarga kita melebihi pada diri sendiri. Kami telah memilih jalan perjuangan, tak ada yang memaksa kami. Ini pilihan hidup kami.”

“Dunia selalu mengira kami membesarkan anak-anak untuk menjadikan mereka barisan perjuangan melawan Israel, itu salah besar. Kami tidak pernah sama sekali melibatkan anak-anak dalam perjuangan kami. Itu adalah propaganda Israel. Semua yang terlibat dalam perjuangan adalah laki-laki dewasa, mulai dari usia 20, 25 dan 30 tahun. Mereka yang tergabung menyadari benar akan risiko menjadi mujahid. Sekali lagi kami tidak pernah sekalipun menggunakan anak-anak untuk menghadapi musuh!”

“Yang ada dalam pikiran kami ketika kami menarik pelatuk, bagi saya pribadi, saya harus membunuh mereka, tentara-tentara Israel itu seperti mereka yang membunuh orang-orang Palestina tak berdosa. Jika saya meninggalkan satu orang tentara Israel saja, maka dia akan kembali membunuh lebih banyak lagi warga kami.”

“Orang bertanya bagaimana kami selama ini mendapatkan senjata sedangkan kami dikepung sedemikian rupa. Walaupun Israel menutup semua terowongan, kami akan tetap mendapatkan senjata untuk melindungi diri. Kami mempunyai banyak sekali terowongan yang tidak pernah diketahui oleh siapapun, kecuali kami sendiri. Dan Allah selalu menolong kami.”(era/mrg).

mujahid

mujahid

www.infopalestina.com

Infopalestina: Puluhan roket Palestina yang ditembakkan dari Jalur Gaza ke sejumlah daerah sekitar Jalur Gaza sejak pekan-pekan kemarin, kembali menorehkan jadwal proyek pertempuran Israel. tulis Ishak Belle di harian Israel Ma’arev, edisi 15 November 2008. Respon Israel tidak cukup hanya dengan menutup perlintasan untuk sementara waktu. Karena cara ini jelas dinilai tidak akan membuahkan hasil. Tapi harus dengan serangan yang lebih dahsyat ke sumber-sumber serangan al Qassam. Apalagi, menurutnya, Israel memiliki kekuatan 1000 kali lebih kuat disbanding kekuatan musuh-musuhnya (Palestina).

Dia menilai sudah tiba masanya untuk menggunakan cara seperti ini sebagai dasar proyek untuk menggempur Gaza dan pemerintahan Hamas di sana. Terutama jika ternyata fakta lapangan menunjukan, gencatan senjata akan gugur dalam waktu yang tidak lama lagi. Karena penutupan sejumlah perlintasan sebagai sanksi dipastikan akan gagal. Sebagian besar penduduk Gaza sudah terbiasa dengan kekurangan. Mereka mampu bertahan dalam kesempitan. Krisis ekonomi tidak akan mampu mendorong mereka untuk menghentikan tembakan al Qassam.

Menurut Belle sekarang adalah saatnya untuk mendorong terjadinya gempuran terhadap kekuatan Hamas di Jalur Gaza dengan dengan beberapa alasan di bawah ini:

Pertama, menghentikan secepatnya serangan musuh. Menurut Belle, jika Israel membalas serangan secara terus menerus dalam waktu lama ke sejumlah tempat di mana roket-roket al Qassam ditembakan, akan menambah kekhawatiran terhadap penduduk sipil Gaza. Hal ini juga akan mempercepat tuntutan public untuk menjauhkan sumber-sumber tembakan yang kemungkinan ada di tengah-tengah mereka.

Kedua, menurunkan tingkat penyelundupan senjata. Namun militer Israel harus bersiap menghadapi ancaman serangan terhadap warganya yang tinggal berdekatan dengan sumber serangan. Kondisi ini akan berpengaruh kepada warga Palestina yang tinggal di sekitar terowongan tempat di mana diselundupkanya senjata dari Mesir untuk segera menutup terowongan tersebut, karena khawatir Israel menyerang mereka juga.

Ketiga, menghilangkan perlunya serangan darat. Belle menilai jika Israel berhasil memakai teori serangan dibalas serangan, maka tidak perlu lagi melakukan serangan darat secara besar-besaran dengan segala konsekwensinya.

Keempat, mengubah pandangan yang menganggap remeh kekuatan Israel di kawasan. Serangan balasan terhadap sumber al Qassam akan memberikan pemahaman pada mereka bahwa Israel tidak akan melakukan tawar menawar dalam masalah keamananya. Di samping akan memberikan pengaruh signifikan terhadap sikap permusuhan kelompok perlawanan serta provokasi dalam masalah Gilad Shalit hingga program nuklir Iran.

Kelima, mendorong perdamaian bersama Palestina. Gambaran yang dirancang Israel ini akan memberikan keringanan pada Palestina yang moderat untuk melanjutkan upaya perdamaian dengan Israel. Di samping menunjukkan kemampuan Israel dalam menyelesaikan masalah dengan kekuatan pribadinya. Hal ini akan memberikan kepercayaan pada Israel untuk merealisasikan keamananya di kawasan.

hadiah

hadiah

Umar bin Qais pernah mengungkapkan : “Bila engkau mendapatkan kesempatan berbuat baik, lakukanlah kebaikan itu meski sekali, niscaya engkau akan menjadi ahlinya.” Aku menyelesaikan studiku di sebuah sekolah kesehatan setelah bersusah-payah. Aku sama sekali tidak fokus pada pelajaran. Namun Allah memudahkan juga jalanku untuk menyelesaikan kuliahku. Lalu aku ditempatkan di sebuah rumah sakit yang dekat dengan kotaku. Alhamdulillah, segala urusanku berjalan lancar, dan akupun masih tetap bisa tinggal bersama kedua orang tuaku .. Aku berniat mengumpulkan harta mahar untuk calon istriku kelak. Dan itulah yang selalu ditekankan oleh ibuku setiap hari. Pekerjaanku berjalan mudah, karena kulakukan dengan sungguh-sungguh dan telaten, terutama karena pekerjaanku itu adalah di rumah sakit tentara. Aku senang beraktivitas, -itu sebabnya secara medis- aku mendapatkan sukses besar dalam pekerjaanku tersebut. Bila dibandingkan dengan pelajaran teori yang membosankan yang pernah kupelajari. Rumah sakit tersebut mengumpulkan berbagai tenaga medis dari berbagai bangsa. Demikian kira-kira. Hubungan¬ku dengan mereka, sebatas hubungan kerja saja. Sebagai¬mana mereka juga mengambil manfaat dari kehadiranku, sebagai penduduk asli negeri ini.

Saya sering menjadi guide mereka mengunjungi berbagai tempat bersejarah dan pasar¬-pasar. Sebagaimana aku juga sering mengantarkan mereka ke sawah-sawah kami. Hubunganku dengan mereka amat erat. Dan seperti biasa, di akhir ikatan hubungan kerja, kami mengadakan pesta perpisahan .. Pada suatu hari, salah seorang dokter dari Inggris berniat melakukan perjalanan pulang ke negerinya, karena masa kerjanya sudah habis. Kami bermusyawarah untuk menga-dakan pesta perpisahan baginya. Tempat yang kami tentukan adalah sawah kami, kemudian didekorasi seperti biasanya. Namun yang menguras pikiranku adalah: hadiah apa yang akan kuberikan kepadanya? Terutama karena aku sudah bekerja bersamanya dalam waktu yang lama .. Akhirnya aku temukan sebuah hadiah berharga dan se¬suai untuk saat itu. Dokter yang satu ini dikenal suka me¬ngumpulkan barang-barang tradisional. Tanpa perlu bersusah-payah, kebetulan ayahku menyimpan banyak barang-¬barang semacam itu. Maka akupun meminta kepada beliau. Aku memilih sebuah benda tradisional hasil karya daerahku, di masa lampau. Seorang di antara saudara sepupuku turut hadir untuk kuajak berdiskusi tentang hal itu. Saudaraku itu menyela: ‘Kenapa tidak engkau beri hadiah buku tentang Islam?’ Aku lebih memilih barang tradisional itu. Tak kuindahkan pendapat saudaraku tersebut dengan anggapan bahwa sulit untuk mendapatkan buku yang cocok untuknya. Namun Allah memudahkan diriku untuk menda¬patkan barang tersebut tanpa bersusah-payah. Esok harinya, aku pergi untuk membeli beberapa mushaf dan majalah dari toko buku. Ternyata aku dapatkan sebuah buku tentang Islam berbahasa Inggris. Kembali kata-kata sepupuku itu terngiang di telingaku. Pikiran untuk membeli buku itu menjadi pertimbangan khusus bagiku saat itu, karena kebetulan harganya murah sekali. Akupun membeli buku tersebut. Datanglah saat pesta perpisahan dengan sahabatku itu. Aku meletakkan buku tersebut di tengah barang tradisional tersebut. Seolah-olah aku menyembunyikannya. Akupun menyerahkan hadiahku tersebut. Sungguh itu merupakan perpisahan yang amat berkesan. Dokter itu memang amat disukai oleh rekan-rekan kerjanya … Sahabat kamipun pergi meninggalkan kami. Hari demi haripun berlalu. Bulan demi bulan juga berlalu demikian cepat. Akupun menikah dan dianugerahi seorang putra. Suatu hari, datanglah surat dari Britania (Inggris). Aku segera membacanya dengan perlahan. Surat itu ditulis dalam’ bahasa Inggris. Pada mulanya, aku memahami sebagian isinya. Namun aku tidak bisa memahami sebagian kata¬-katanya. Aku tahu bahwa surat itu berasal dari teman lama yang beberapa saat bekerja bersama kami. Namun kuingat-¬ingat, baru kali ini kudengar namanya. Bahkan nama itu terdengar aneh di telingaku. Difullah, demikian namanya. Kututup surat tersebut. Aku berusaha mengingat-ingat sahabat bernama Difullah. Namun aku tidak berhasil mengingat seorangpun dengan nama itu. Kubuka lagi surat itu, dan kembali kubaca isinya dengan tenang. Huruf demi huruf mengalir dengan mudah dan lancar. berikut sebagian isi surat tersebut: Saudara yang mulia, Dhaifullah … Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Allah telah memudahkan diriku memahami Islam dan memberiku petunjuk melalui kedua belah tanganmu. Tak pernah kulupakan persahabatanku denganmu. Aku selalu mendoakanmu. Aku teringat dengan buku yang pernah engkau hadiahkan kepadaku di hari kepergianku. Suatu hari kubaca buku itu, sehingga bertambahlah kesungguhanku untuk lebih banyak mengenal Islam. Termasuk di antara taufik Allah kepadaku, di sampul buku tersebut aku mendapatkan nama penerbit buku itu. Akupun mengirim surat kepada mereka untuk meminta tambahan buku. Mereka segera mengirimkan buku yang kuminta. Segala puji bagi Allah yang telah menyalakan cahaya Islam dalam dadaku. Akupun pergi menuju Islamic Center dan mengumumumkan ke-Islamanku. Aku ubah namaku dari Jhon menjadi Dhaifullah. Yakni seperti namamu, karena engkau orang yang memiliki keutamaan dari Allah. Aku juga melampirkan surat resmi ketika aku mengumumkan syahadatku. Aku akan mengusahakan pergi ke Mekah Al-Mukarramah untuk menunaikan haji. Dari saudaramu seiman, Dhaifullah. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh Akupun menutup surat tersebut. Namun dengan cepat kubuka kembali. Aku membacanya untuk kesekian kali. Surat itu demikian menggetarkan diriku. Karena aku merasakan ikatan persahabatan pada setiap huruf-hurufnya. Akupun menangis terus. Bagaimana tidak? Allah telah memberi hidayah kepada seseorang menuju Islam melalui kedua belah tanganku, padahal selama ini aku lalai dalam memenuhi hakNya. Hanya dengan sebuah buku yang tidak sampai lima Riyal harganya, Allah memberi hidayah kepada seseorang … Aku sedih sekaligus bahagia. Bahagia, karena tanpa usaha yang keras dariku, Allah menunjukkannya kepada Islam. Namun aku juga merasa sedih, karena penasaran terhadap diriku sendiri: Kemana saja aku selama ini ketika masih bersama para pekerja tersebut? Aku belum pernah mengajaknya kepada Islam? Bahkan belum pernah mengenalkannya dengan Islam? Tak ada satu katapun tentang Islam yang akan menjadi saksi buat diriku pada hari Kiamat nanti. Aku banyak mengobrol bersama mereka dan sering bercanda dengan mereka, namun aku tidak pernah membica¬rakan Islam, banyak ataupun sedikit Allah telah memberi hidayah kepada Dhaifullah untuk masuk Islam, dan juga memberiku petunjuk untuk ber¬introspeksi diri akan keteledoranku dalam menaati Allah. Aku tidak akan meremehkan kebajikan sedikitpun, meski hanya dengan sebuah buku berharga satu Riyal saja … Aku berfikir sejenak: Seandainya setiap muslim menghadiahi sebuah buku saja kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya, apa yang akan terjadi? Namun aku tertegun karena hal yang aku takuti dari berita yang kubaca, dari benua Afrika …. Beberapa kenyataan itu menyebutan: Telah berhasil dikumpulkan dana sebesar satu juta dolar Amerika untuk tujuan gereja. Berhasil kaderisasi 3.968.100 penginjil selama satu tahun.. Telah berhasil dibagi-bagikan sebanyak 112.564.400 eksemplar Injil. Jumlah stasion radio dan televisi Nashrani telah mencapai 1.620 buah. Aku bertanya-tanya: “Di manakah kita berada, dalam kondisi demikian? Berapa banyak supir di negeri kita ini yang bukan muslim? Dan berapa banyak pembantu di negeri kita ini yang juga bukan muslimah? Berapa, berapa dan berapa? Sungguh rasa sakit yang didahului linangan air mata. Namun tetap bergayut satu pertanyaan: Mana usaha kita? Mana usaha kita?”. Sumber: Az-Zaman Al-Qaadim

Semarang (ANTARA News) – Web site milik 33 perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia masuk dalam kelompok 5.000 yang terbaik dari yang dimiliki oleh seluruh universitas di dunia.

Peringkat web site terbaik universitas dunia yang dikeluarkan www.webometeric.info itu menempatkan web site Universitas Gadjah Mada pada peringkat 623, disusul Institute Teknologi Bandung (ITB) di urutan 676, dan Universitas Indonesia (UI) di peringkat 906.

Dalam susunan peringkat yang diakses Kamis, lembaga pemeringkat web site universitas yang bermarkas di Madrid, Spanyol itu menempatkan web site perguruan tinggi swasta Universitas Guna Darma Jakarta pada posisi 1.604.

Hasil yang dicapai Guna Darma ini cukup mengejutkan karena posisinya jauh melampaui peringkat web site PTN terkemuka seperti IPB yang berada di urutan 2.063, ITS 1.762, dan Brawijaya 2.152, serta Unair 2.672, yang selama ini dianggap sebagai PT papan atas.

Sementara dalam 50 urutas teratas peringkat dua, di dominasi oleh web site-web site milik perguruan tinggi di Amerika Serikat, bahkan mulai dari peringkat 1 hingga 23 ditempati perguruan tinggi dari negara yang dipimpin oleh Barack Obama itu.

Massachusetts Institute of Technology (MIT) berada di posisi pertama disusul Stanford University di urutan kedua, kemudian Harvard University di peringkat ketiga.

Di bawahnya University of California Berkeley Cornell University, University of Michigan, California Institute of Technology, dan PT terkemuka di AS ainnya

Hasil yang dicapai PT Indonesia dan AS serta perguruan tingi terkemuka negara lain tidak jauh berbeda dengan pemeringkatan web site yang dilakukan Times Higher Education pada 2007 dan 2008.

Webometrics dalam metodologi penyusunan ranking didasarkan pada empat unsur penilaian, yaitu visibilitas (V) yang menghitung berapa banyak link eksternal yang terkandung website tersebut, ukuran (S) yang menghitung jumlah halaman yang tertangkap oleh mesin pencari.

Kemudian juga dihitung dari kekayaan file (R), yakni berapa banyak file jenis PDF (adobe acrobat), “Adobe PostScript”, “Word Document”, dan PPT (Presentation Document), serta “Scholar” (Sc) yang diambil dari data situs mesin pencari Google Scholar terkait dengan tulisan-tulisan ilmiah dari perguruan tinggi bersangkutan.

Pemeringkatan didasarkan pada perhitungan yang dirumuskan dengan pembobotan yang bervariasi, yakni 50% V + 20% S + 15% R+ 15% Sc.

Kepala Humas Universitas Negeri Semarang, Nugroho Trisnu Brata mengatakan, Unnes pada tahun 2009 masuk peringkat 4.800 berdasarkan pemeringkatan Webometrics.

“Hasil ini jauh lebih baik karena pada tahun-tahun sebelumnya Unnes tidak masuk 5.000 PT terbaik versi Webomatrics,” katanya.

Berikut perinkat web site PT Indonesia versi webometrics Januari 2009:

1. Universitas Gadjah Mada 623
2. ITB Bandung 676
3. UI Jakarta 906
4. Universitas Gunadarma Jakarta 1.604
5. Institut Teknologi Sepuluh November 1.762
6. Sekolah Tinggi Teknologi Telkom 1.960
7. Universitas Kristen Petra 2.013
8. IPB Bogor 2.063
9. Universitas Brawijaya Malang 2.152
10. Universitas Sebelas Maret Surakarta 2.159
11. Universitas Airlangga Surabaya 2.672
12. Universitas Padjadjaran 2.730
13. Politeknik Electronik Surabaya 3.016
14. Universitas Bina Nusantara Jakarta 3.026
15. Universitas Diponegoro Semarang 3.138
16. Universitas Hasanudin Makassar 3.198
17. Universitas Sumatera Utara Medan 3.254
18. UNY Yogyakarta 3.310
19. Universitas Budi Luhur 3.338
20. UPI Bandung 3.347
21. Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 3.467
22. Unila Lampung 3.491
23. Universitas Kristen Duta Wacana Yogya 3.669
24. UII Yogyakarta 3.821
25. Universitas Udayana 3.950
26. Universitas Kristen Maranatha Bandung 3.983
27. Universitas Riau 4.160
28. Unika Parahyangan Bandung 4.394
29. Universitas Mercubuana Jakarta 4.430
30. Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto 4.572
31. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya 4.623
32. Universitas Jember 4.780
33. Unnes Semarang 4.800

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.