Lewati navigasi

Arsip Harian:Februari 9th, 2009

Tulisan ini mungkin tidak penting untuk dibaca tapi penting untuk dipahami , mengisi liburan yang Cuma 2 minggu ini aku mencoba untuk menjadi life observer’ tau kan ?? yah.. jika anda tidak tau bisa menggambarkannya sendiri …

Mengamati setiap detik dari kehidupan ,mencari mana yang terkandung dari setiap waktu yang bergulir

Memang gak mudah untuk mencari setiap makna yang diinginkan bahkan tidak sedikit orang menyepelekanya , mungkin buat kalian cara mengisi liburan ku ini memang aneh tapi itu semua terinspirasi dari pengalaman yang belum lama ini menimpa diriku bisa dibilang saat itu aku mengalami parallel sakit hati hal yang sangat tidak penting untuk kalian ketahuai ^^

Life observer pertama ini mengenai mimpi dan makna hidup,berat memang untuk mengetahuinya, hampir semua orang ingin mengetahuinya bahkan aku sendiri hampir gila memikirkanya, karena tiap-tiap orang mempunyai mimpi dan makna hidupnya masing –masing ,termasuk aku yang memiliki mimpi agar bisa melihat mimpi-mimpi orang yang kusayangi itu dapat terwujud

Sekelumit mimpi-mimpi generasi penerus saat ini yang kuat tinggi ,namun sedikit mnggelitik untuk dibacanya.

Mahasiswi F.E IPB

“Mimpinya pertama ku ialah bekerja di Bank negri, bahkan kalau bisa menjelajah menjadi akuntan internasional ,agar dapat melihat secara langsung bagaimana proses kotor para deputi-deputi bank negara tersebut memanipulasi uang rakyat ,inilah kenyataan zaman sekarang terlihat jelas bukan? Para pengeruk receh-receh rakyat itu ternyata masih dilanda krisis, bahkan lebih miskin daripada komunitas bantar gebang.

,yang kedua ialah memiliki suami orang JAWA bukan orang kaya karena sejauh ia memandang keberhasilan individu di segala persaingan masih di dominasi oleh ras JAWA,sebagai realitanya ialah sepanjang Indonesia merdeka belum pernah kita dipimpin oleh orang yang bukan dari JAWA, dan semoga pemimpin su- yang akan datang adalah benar-benar suamiku…”

Benar-benar mimpi yang sangat rasional dan patut ditiru,tapi kalau semua wanita di indonesia ingin memilki suami orang jawa?,mau dikemanakan suku lain..

Pegawai BEJ( Bursa Efek Jakarta )

“ Bagiku mimpiku adalah merajut semua mimpi-mimpiku menjadi satu minimal

Orang lain dapat merasakan mimpiku,aneh memang karena aku yakin orang lain juga pasti belum pernah mengetahui mimpiku ….ehm.. mungkin ini sedikit dampak dari pekerjaanku dimana aku selalu menjadi pemimpi, setiap saat bermimpi melihat nominal-nominal itu bisa berubah menjadi uang nyata dan sampai saat ini aku masih bermimpi seberapa banyakah uang tersebut jika benar-benar bisa berubah menjadi uang nyata… aku rasa jika engkau menayakan mimpi kepada karyawan BEJ adalah suatu perbuatan konyol karena yang engkau Tanya ialah benar-benar seorang pemimpi yang hanya bisa bermimpi…. Semoga anda mengerti apa yang kumaksud karena saya sendiri juga tidak mengerti”

Saya sebagai penulispun sedikit dibuat pusing olehnya apalagi anda yang membacanya

Mahasiswi FMIPA UI

“ Mimpi yang saya inginkan hanya cepat lulus karena terlau banya rumus yang harus saya hapal,bahkan kalau saja saya bisa menciptakan ramuan yang bisa membawa selesai sampai semester akhir detik itu juga akan saya patenkan dan akan saya bagi-bagikan secara gratis kepada yang memerlukan sebagai ladang amal saya…”

Inikah korban Einstein berikutnya??

Mahasiswa PGSD UPI

Insyaallah mimpi ku ialah menjadi guru yang bertanggung jawab ,berpretasi,teladan bagi murid-muridnya dan menjadi aktivis dakwah hingga akhir hayat jika allah mengizinkan karena alngkah indahnya hidup ini jika memiliki panutan yang dapat ditiru murid-muridnya dengan akhlak yang yang terpuji dan pemberian ilmupun klak mendapat banyak keberkahan jika kita memberinya dengan keikhlasan dan insyallah hidupun akan lebih menjadi lebih bermakna karena setiap langkah kita untuk menuju mimpi itu selalu dibarengi oleh keridhoan allah swt.”

Amin insyaallah juga semuga mimpi yang pernah dirajut mendapat keberkahan dari allah swt. Dan kalau saja semua calon guru bisa mempunyai pola pikir yang sama seperti anda mungkin pasaran iwan fals akan sedikit berkurang karena emar bakri telah berubah menjadi ustad umar^^

Mahasiswi FE UI

Kalau aku diberi umur panjang dan kekuatan untuk melaluinya aku ingin memecahkan misteri Atlantis si benua yang hilang ,segitiga bermuda, dan kenyataan mengenai keberadaan nessi di danau Lochnesss Scotlandia? Tapi aku tidak bisa memiliki kewenangan itu karena para sejarawan pun sampai saat ini masih meragukanya jadi keberanian ku memilliki mimpi ini karena ingin meneruskan pencarian yang banyak didongengkan itu dan asal anda tau kalau aku sudah memimpikan hal itu sejak pertama kali mengenal huruf dan itulah buku bacaan pertama saya yang menjadi mimipi saya…

Khayalan masa kecil ternyata dasyat juga yah bisa membawa mimpi –mimpi menjadi lebih berseni,kuat,dan imajinatif hal-hal yang mungkin jauh untuk kita tangkap lewat logika tapi bisa membawa kita kedalam dunia yang berwarna

bersambung……

Seperti apa kehidupan para mujahid Palestina? Tiga orang mujahid Palestina diwawancarai oleh gulfnews.com menuturkan keseharian mereka.

“Kami hidup normal dan biasa saja, kecuali di saat perang. Ketika perang, kami tidak pernah lagi tinggal atau sempat pulang ke rumah, bahkan untuk sedetikpun. Untuk mengetahui kondisi keluarga, kami menelefon mereka, atau mengirim seseorang yang kami percaya. Dalam kondisi normal, kami berkumpul bersama keluarga, silaturahim dengan teman-teman. Perang membuat semuanya menjadi sulit.” ujar salah seorang dari mereka.

“Apakah kami memikirkan kematian? Tentu saja, kami sangat khawatir, tapi bukan terhadap diri kami sendiri, melainkan pada keluarga kami. Seperti siapapun di dunia ini, kita selalu kuatir terhadap keluarga kita melebihi pada diri sendiri. Kami telah memilih jalan perjuangan, tak ada yang memaksa kami. Ini pilihan hidup kami.”

“Dunia selalu mengira kami membesarkan anak-anak untuk menjadikan mereka barisan perjuangan melawan Israel, itu salah besar. Kami tidak pernah sama sekali melibatkan anak-anak dalam perjuangan kami. Itu adalah propaganda Israel. Semua yang terlibat dalam perjuangan adalah laki-laki dewasa, mulai dari usia 20, 25 dan 30 tahun. Mereka yang tergabung menyadari benar akan risiko menjadi mujahid. Sekali lagi kami tidak pernah sekalipun menggunakan anak-anak untuk menghadapi musuh!”

“Yang ada dalam pikiran kami ketika kami menarik pelatuk, bagi saya pribadi, saya harus membunuh mereka, tentara-tentara Israel itu seperti mereka yang membunuh orang-orang Palestina tak berdosa. Jika saya meninggalkan satu orang tentara Israel saja, maka dia akan kembali membunuh lebih banyak lagi warga kami.”

“Orang bertanya bagaimana kami selama ini mendapatkan senjata sedangkan kami dikepung sedemikian rupa. Walaupun Israel menutup semua terowongan, kami akan tetap mendapatkan senjata untuk melindungi diri. Kami mempunyai banyak sekali terowongan yang tidak pernah diketahui oleh siapapun, kecuali kami sendiri. Dan Allah selalu menolong kami.”(era/mrg).

mujahid

mujahid

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.